Iklan Adsterra

Sigmund Freud Dan Seni


Pada artikel ini akan sedikit membahas bagaimana suatu seni diciptakan dilihat dari kajian-kajian Freud, pandangan Freud pada seni tidak luput dari basic-nya dia sebagai dokter yang kemudian Freud mengembangkan ilmu kedokteran-nya sebagai psikoanlisa (neourologis). Namun kecerdasan Freud membawa Freud pada kajian psikoanalisa baik itu tentang sosial, agama, dan seni. Pada kesempatan kali ini penulis memberikan entitas seni dari pandangan Sigmund Freud.

Richard Wollheim melihat bahwa tulisan Sigmun Freud tentang seni berfokus pada psikologi sang seniman dibandingkan dengan analisis partikular tentang tulisan atau cerita. Sigmund Freud hal ini menganggap bahwa sebuah karya seni tidak bisa terlepas dari penciptanya. Freud menulis esai tentang Leonardo Da Vinci dan Dostoevsky yang melihat biografi psikoanalitik dua seniman tersebut. 

sumber foto: theartnewspaper.com

Sigmund Freud percaya bahwa sumber kreativitas artistik sama dengan sumber seluruh formasi peradaban, yaitu insting. Masyarakat dibentuk oleh represi, sehingga di dalam kehidupan sehari-hari kita belajar untuk melakukan tekanan terhadap orang lain. Keinginan yang berada di bawah lapisan jiwa di pressure sehingga outputnya sedemikian rupa. Sebaliknya pressure yang terjadi pada seorang seniman menemukan saluran kreatif bagi hasratnya sendiri. Seniman berkarya bukan karena tekanan dari sebuah keadaan, namun lebih dikendalikan dari hasrat dan di proyeksikan dalam sebuah bentuk karya. Hal ini memperlihatkan hubungan antara seni dan represi yang dapat dijelaskan dengan baik.



____________________
Febriani, Rika. 2017. Sigmund Freud vs Carl Jung. Yogyakarta: Sociality.
_______. The Structure of the Psyche. Collected Works Vol 8.

1 komentar:

  1. Seni representasi dari kehidupan. Begitu yg saya tangkap dari maksud freud

    BalasHapus