ADAPTASI PENDIDIKAN INDONESIA DI ERA DIGITAL 4.0
Dunia saat ini
dihadapkan pada sebuah revolusi digital 4.0, dimana sistem kerja yang cenderung
konvensional perlahan mulai digantikan oleh keberadaan teknologi. Implikasi
dari adanya revolusi digital ini masuk ke berbagai sektor masyarakat, seperti;
ekonomi, sosial, lingkungan, dan pendidikan. Jika negara maju sudah familiar
dengan sebuah teknologi, lantas sejauhmana persiapan negara berkembang untuk
menghadapi revolusi digital 4.0 dalam sektor pendidikan di Indonesia?
Kemanusiaan
digital tidak datang tiba-tiba, sebelumnya umat manusia sudah dihadapkan pada
sebuah evolusi digital pada 70 tahun terakhir. Satu dekade lalu misalnya, banyak
orang berbicara mengenai web 2.0 atau generasi kedua internet. Pada evolusinya
generasi pertama internet modern lahir pada tahun 1990, sekitar 45 tahun
setelah kelahiran teknologi komputasi. Sejak saat itu, setiap generasi internet
bertahan selama 10 tahun. Seperti kita tahu pada periode tahun 2000-an, muncul
WEB 2.0. Kemudian berkembang tak lama muncul WEB 3.0, dan sekarang manusia di
dunia sudah memasuki era internet WEB 4.0. dan diprediksi pada tahun 2030-an
umat manusia akan dihadapkan pada WEB 5.0. Dari riset yang dilakukan oleh situs
wearesocial.com pengguna internet di Indonesia sekitar 64% dari total populasi
penduduk Indonesia pada tahun 2020.
Meski demikian,
keadaan ini akan berubah dan akan terjadi bukan hanya berkat
perangkat-perangkat internet saja, melainkan banyak sekali teknologi gadget, robotika,
hingga kecerdasan buatan untuk segala macam sektor, termasuk sektor pendidikan
didalamnya. Apa yang tadi kita bahas tentang historis internet dan
perkembangannya, akhirnya membawa pada satu hal, yakni soal pendidikan.
Bagaimana pendidikan bukan menjadi bagian dari masalah atau sumber masalah yang
dihadapi bangsa dan negara, melainkan menjadi solusi bagi permasalahan bangsa
dan negara. Output dari pendidikan yang diharapkan tentu bukan hanya jumlah
lulusan dengan angka-angka yang baik secara akademis, namun juga lulusan yang
memberi manfaat bagi kebaikan bersama dan bisa membantu diri dan sesamanya
menyelesaikan masalah yang dihadapi bersama. Perkembangan teknologi ini harus
dimaksimalkan baik itu untuk pendidik dan peserta didiknya agar pendidikan
tidak hanya sebagai rumusan yang sekedar menghasilkan lulusan, diharpakan
lulusannya tidak menjadi beban masyarakatnya.
Sebagai peran generasi muda, kita perlu
memanfaatkan era digital 4.0 ini secara maksimal karena sebagai salah satu
sumber daya penunjang untuk melahirkan pendidikan di Indonesia yang bermutu. Pandemi ini
membawa berkah karena ini momentum yang paling tepat pelaku pendidikan
beradaptasi di era digital, mulai dari proses pembelajaran, proses penilaian, bahkan
sebagai bentuk evaluasi pengajaran yang efesien. Namun kita juga perlu
mengelola proses pembelajaran yang mampu mendorong pembelajar untuk terus
belajar dan mau menggunakan kemampuan berpikirnya, karena pendidikan pada
hakikatnya adalah belajar dan inti dari belajar adalah berpikir.
Jadi, teknologi diciptakan hanya untuk melengkapi dan membantu manusia dalam
mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya, namun bukan untuk menggantikan peran
dan tanggung jawab manusia itu sendiri. Bagaimana pendidikan itu dikelola untuk
melahirkan pendidikan yang bermutu dengan mengadapaptasi dunia digital yang
semakin pesat, sehingga akan melahirkan generasi yang memiliki mutu, produktif, akuntabel,
efektif, serta efisien yang bisa mendorong kemajuan bangsa dan kemaslahatan
bersama.
Pendidikan tidak
hanya dibebankan pada suatu lembaga atau institusi saja, melainkan peran generasi muda di lingkungan
sosial masyarakat dalam membentuk nilai pendidikan kemanusiaan agar terwujud.
Kita juga melihat bagaimana kebijakan yang diterbitkan negara dalam upaya
membuat pendidikan menjadi bermakna bagi peradaban dan kebudayaan bangsa ini.
Kebijakan itu tercermin dalam peraturan perundang-undangan. Misalnya, dalam UU
Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 3 disebutkan fungsi dan tujuan pendidikan
kita “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak
serta peradaban bangsa yang bermartabatdalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggungjawab. Maka sinergitas masyarakat dan pemerintah diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesuai di cita-citakan bersama.


Nice
BalasHapus