Iklan Adsterra

Guruku: Jangan Takut Melawan

Guru, kamu begitu sabar mendidik dan menemani kami puluhan tahun. Waktumu untuk keluarga sering kami rebut. Waktumu istirahat sering kali kami sita untuk memenuhi kebutuhan belajar kami. Keletihan wajahmu membuatku percaya kalau tugas mendidik bukan kerja ringan. Karena tidak semua murid mengerti akan pekerjaan yang engkau jalani, tak semua siswa bisa memaklumi cara mengajarmu dan tidak semua anak memahami betapa pekerjaan mengajar bukan sekedar mengulang dan mengatakan. Lebih-lebih orang tua kami yang tahunya pendidikan itu cara menyulap anak bodoh jadi cerdas; anak nakal jadi penurut; anak gesit jadi pendiam. Apalagi pemerintah, yang pemimpinnya dikritik saja marah. Penguasa lebih memilih memberi kenaikan upah anggota parlemen dari partai manapun, sedangkan profesimu dipilah mana yang negeri dan mana yang swasta. Aku percaya guruku, hanya mereka yang percaya kalau pendidikan adalah tugas peradaban akan memandang mulia kedudukanmu.

Sumber foto: portaljember.pikiran-rakyat.com


Seandainya aku seorang anggota parlemen tentu akan kubuat UU yang melindungi pekerjaanmu. Peraturan itu akan memberikan dasar perlindungan dan pengakuan atas martabat serta pemberian kebebasan sepenuhnya padamu. Tak akan ku bedakan guru negeri mana guru swasta, karena semuanya mengemban tugas serupa, yakni mendidik. Akan kusudahi semua bentuk aturan yang mengendalikan kreativitas dan independensimu. Semua aturan itu biarlah kalian yang menyusun dan tugasku adalah mengesahkannya. Aku pasti tidak pernah melupakan jasamu yang mengantarkanku dalam profesi sekarang. Tugasku di parlemen adalah memenuhi kepentinganmu dan mewakili semua bentuk kebutuhanmu.

Tapi guru, aku ini hanya rakyat biasa. Seoarang rakyat yang nasibnya sama denganmu. Nasibku tak lebih baik denganmu: aku kesulitan untuk menyekolahkan anakku sendiri pada lembaga pendidikan yang bermutu; bahkan kini aku sendiri kesulitan untuk memberi makanan yang bergizi untuk anakku. Guruku, aku masih percaya kepadamu anak-anakku bisa belajar tentang kenyataan hidup yang sebenarnya. Aku ingin kau kenalkan putera-puteri kami kemyataan yang sebenarnya. Peta lokasi pulau itu bukan bentangan nama tapi kekayaan alam yang kini telah direbut dan dicemari oleh tangan-tangan kotor perusahaan.


Guru ajari anak kami keberanian. Jangan kau jadikan anak-anak kami menjadi seorang penakut. Takut terhadap penderitaan, takut menentang penindasan dan takut berbuat kebenaran. Guru pasti engkau tahu jawabannya ketika hukum yang ditegakkan tidak mampu mengemban semangat keadilan tapi hanya berhamba pada uang. Guru engkau pasti tahu terhadap kesewenangan dunia pendidikan yang terus percaya bahwa uang adalah kunci bagi peningkatan mutu. Guru aku tahu engkau juga bisa memberi jawaban kepada kami atas ketimpangan-ketimpangan yang ada di dunia pendidikan. Biarpun kamu hanya tinggal di kelas, tapi mata hatimu mempunyai jawaban atas kegelisahan kami. Murid-muridmu yang kini sudah tumbuh dewasa dan tidak lagi punya kepercayaan pada kampanye, dogma bahkan doktrin. Guru, itu sebabnya kami ingin bilang: alangkah senangnya jika kau didik anak-anak kami nyali sebagai warga yang merdeka. Yang hilang dari bangsa ini adalah keberanian. Potensi alam bangsa ini digadaikan semua, karena memang kita sudah tidak lagi memiliki nyali untuk menolak.

1 komentar:

  1. It has a minimal deposit of $20 and cost 토토사이트 options that include cryptocurrencies. Those who want to maintain their anonymity can financial institution using quantity of} crypto options. They’ve additionally got one of many solely 24/7 reload bonuses going, with the possibility to get up to $150 in bonus cash anytime.

    BalasHapus