Iklan Adsterra

Hedonisme di Abad Keterbukaan

Sebelum jauh membahas manusia hedonis pada abad 21, saya akan coba mendefinisikan kata faham hedonisme itu sendiri berdasarkan literatur yang saya temukan. Agar pembaca lebih memahami kulit, isi, dan inti dari tulisan ini.

Secara harfiah kata hedonisme itu terdiri dari satu kata, yaitu "hedone" dari bahasa Yunani yang berarti "kesenangan". Dan "isme" merupakan sebuah faham hedone (kesenangan) itu sendiri. Jika dalam kata hedonisme pendefinisiannya gaya hidup yang berfokus mencari kesenangan dan kepuasan tanpa batas.

sumber foto: sciencephoto.com
Tidak salah juga ketika orang-orang mencari jalan keluar dengan cara bersenang-senang, menghamburkan uang, dan gaya hidup berdasarkan kemampuan finansialnya. Karena abad 21 adalah abad keterbukaan, dimana masyarakat dunia mencari kepuasan atas masalah yang sedang mereka hadapi. Abad 21 pula abad dimana pengakuan terhadap hal layak atas apa yang mereka capai berupa kepemilikan barang mewah. Ditambah pesatnya digitalisasi membuat manusia memiliki sifat eksistensi (menunjukan apa yang belum dimilki oleh orang lain ke media sosial). Ini bagian dari proses transisi peradaban, menjadikan passion sebagai cara untuk menunjukkan kepuasan.

Sebelum membahas lebih jauh tentang hedonistik manusia di abad 21 ini, saya akan sedikit mengulas bagaimana masyarakat zaman dulu menginterpretasikan kesenangan (hedone). Menurut Epicurus salah satu Filsuf Barat orang-orang zaman dulu bisa memanfaatkan kesenangan dalam tahap etika atau tahap kebijaksanaan (phoronesis). Artinya kesenangan yang harus diutamakan adalah kesenagan alami; misalnya anda dalam seminggu lima kali makan diluar sehingga anda merasa puas dan senanag, maka dengan menerapkan kebijaksanaan Epicurus anda cukup pergi makan diluar hanya satu kali dalam seminggu. Jadi jelas perbedaan kehidupan hedonistik menurut ajaran Epicurus sesuatu kebijaksanaan untuk mencapai Ataraxia (Ketentraman jiwa dan kebebasan jiwa) dalam menyikapi kepuasan (hedonisme) hidup. Sampai sini semoga maksudnya bisa tersampaikan, hedon versi zaman dulu adalah hedon yang mengedepankan etika sedangkan hedon pada abad keterbukaan diluar etika yang dipersepsikan oleh Epicurus.
sumber foto: era.id
Kepuasan di abad ini adalah kepuasan dan kesenangan semu, yang pada akhirnya membawa ke hal negatif; hedonisme selalu disandingkan dengan makna kemewahan, gaya hidup berlebihan bagian dari eksistensi, dan perilaku konsumtif. Sejatinya ada makna lain yang dimaksudkan untuk mencapai kepuasan dan kesenangan, dalam istilah adalah pencapaian "Ataraxia".

Tidak ada komentar