Iklan Adsterra

Konfusius 770 - 481 Sebelum Masehi

Manusia adalah mahluk dinamis yang diciptakan Tuhan, tak ubahnya nilai kebudayaan dan sosial merupakan bagian dari problematika yang sekarang masih terjadi dilingkungan masyarakat. Masalah yang terjadi pada setiap Negara bagian entitas dari sebuah nilai budaya. Filsafat hadir sebagai nilai fundamental dari permasalahan yang sekarang ada, seperti halnya China. 
sumber foto: lsfdiscourse.org
China mendominasi hak intoleransi dari sebuah keberagaman, lahirnya para pemikir penting berangkat dari sebuah masalah masyarakat yang tidak lagi sebagai masyarakat humanistik. Degradasi nilai hak asasi pada setiap individu, masyarakat yang intoleran. Lahirnya pola pikir masyarakat dinamis pertama kali digaungkan oleh filsuf China yaitu Confusius.
sumber foto: worldhistory.org
Confucius menurut tradisi lahir pada tanggal 28 September di 551 SM di negara bagian Lu yang terletak di semenanjung Shndong di timur laut Cina dan meninggal pada 479 SM. Dikatakan tradisi karena sulit untuk membedakan cerita kehidupan confucius antara yang faktual dan yang legendaris. Konfusius adalah pemikir Cina terkenal dan pendidik, sebanding dengan socrates di barat yang mengembangkan filsafat sosial dan politik yang sering dianggap sebagai dasar pemikiran Cina berikutnya.

Latar belakang pendidikannya tidak jelas kecuali tradisi yang menyatakan bahwa dirinya telah belajar kepada Lao Dan, seorang Master Taois, serta kepada Chang Hong dan Xiang, masing-masing dalam ilmu musik dan kecapi. Yang jelas, pendidikan atau pengkajian bagi confusius sangat penting dalam Analects dinyatakan bahwa ia pernah mengatakan, "Dia yang belajar tetapi tidak berpikir akan kehilangan. Dia yang berpikir tapi tidak belajar berada dalam bahaya besar".
sumber foto: wallpapercave.com
Confucius mengumpulkan para pengikut atau sekelompok murid, yang jumlahnya terlalu besar-besarkan menurut para ilmuwan. Ada yang mengklaim bahwa ia memiliki pengikut sebanyak 3000 meskipun yang lebih akurat adalah catatan yang menyatakan bahwa pengikutnya berjumlah 72 meskipun angka ini juga mencurigakan karena merupakan angka ajaib dan konon merupakan usia kematiannya. Apapun faktanya konfusius terbuka untuk mengajar semua orang, tidak peduli kelas mereka.

Yang diajarkannya, sebagaimana yang dipelajarinya, menekankan pada moralitas pemerintahan, percakapan, bahasa, dan seni. Ia berfokus pada apa yang disebut sebagai enam pengetahuan: panahan, kaligrafi, kereta, berhitung, musik, dan ritual. Dari berbagai mata pelajaran itu moralitas dianggap sangat penting di atas segalanya.

Estetika memiliki sangat banyak elemen penting dalam filsafat konfusius. Estetika itu indah dan baik, dan dalam bentuk puisi dapat menghasilkan perilaku yang baik sedemikian rupa sehingga harus dipelajari manusia. Ini adalah salah satu elemen kunci bagi gagasannya agar tercapai keharmonisan. Aturan tersebut termasuk hubungan khusus dengan roh dan melayaninya. Ia menyatakan bahwa ia memiliki hubungan khusus dengan Tian, dewa Zhou, yang tinggal di langit atau surga.

Pentingnya sikap atau perilaku tersebut juga merupakan bagian integral melaksanakan kehidupan politik. Ia berpendapat bahwa orang-orang tua dan orang terpelajar harus dihormati, karena sebenarnya praktek terbaik dari "ren" adalah melalui pengabdian dan menghormati sesepuh tidak ada penguasa yang pada dasarnya lebih baik dari petani. aturan yang berlaku untuk masyarakat juga harus diberlakukan untuk pemerintahan. Seseorang hendaknya melakukan latihan diri dengan cara mengasihi orang lain.

The Analects memberi sebagian besar informasi kepada kita mengenai sejarah kehidupan confucius. Jika konfusius menyatakan dirinya sebagai pemancar belaka, para cendekiawan berpendapat bahwa ia tidak hanya sebagai pemancar, namun juga memberikan pencerahan dengan wacana yang baru. Ajarannya bersifat evolusioner, radikal, dan mencerahkan. Warisannya memiliki dampak yang langgeng dan jauh jangkauannya dalam tradisi timur dan barat. Dia adalah sosok yang luar biasa dalam sejarah dan dalam legenda, kehadirannya sangat ajaib dalam sejarah pemikiran Cina. Usia kematiannya, 72 merupakan angka ajaib dan mengungkap ketidakpastian tentang mana yang benar dan mana yang mitos. Pada akhir abad ke-4 mensius mengatakan tentang konfusius, sejak manusia datang ke dunia ini belum pernah ada seorangpun yang lebih besar dari konfusius.

Tidak ada komentar